Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Ulak Patian, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu

Authors

  • Gustian Hadi Leonard

Abstract

Abstrak
Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang masih
banyak dijumpai di wilayah pedesaan Indonesia, termasuk di Desa
Ulak Patian, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu.
Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian stunting pada balita dengan
mengacu pada temuan empiris di wilayah tersebut. Kajian
difokuskan pada pengaruh berat lahir, kondisi sosial ekonomi
keluarga, pendidikan ibu, serta status gizi anak terhadap risiko
stunting. Metode penyusunan abstrak ini didasarkan pada telaah
literatur dan analisis komparatif terhadap hasil penelitian yang
relevan dengan konteks daerah. Sintesis data menunjukkan bahwa
berat lahir rendah, keterbatasan ekonomi rumah tangga, dan
rendahnya tingkat pendidikan ibu memiliki kontribusi signifikan
terhadap meningkatnya kejadian stunting di Desa Ulak Patian.
Selain itu, status gizi anak yang kurang memadai turut
memperkuat potensi gangguan pertumbuhan jangka panjang.
Temuan ini menegaskan perlunya intervensi terintegrasi melalui
peningkatan layanan gizi, edukasi kesehatan, dan perbaikan
kesejahteraan keluarga sebagai upaya pencegahan stunting di
tingkat komunitas.


Abstract
Stunting remains a persistent public health concern in many rural
areas of Indonesia, including Ulak Patian Village, Kepenuhan
District, Rokan Hulu Regency. This study aims to analyze the
factors associated with stunting among toddlers by referring to
empirical findings from the region. The review focuses on the
influence of birth weight, family socioeconomic conditions,
maternal education, and children's nutritional status on the
likelihood of stunting. The preparation of this abstract is based on
a literature review and a comparative analysis of previous studies
relevant to the local context. The synthesis indicates that low birth
weight, limited household economic resources, and low levels of
maternal education significantly contribute to the increased
prevalence of stunting in Ulak Patian Village. In addition,
suboptimal nutritional status among children further elevates the
risk of long-term growth impairment. These findings underscore
the need for integrated interventions involving improved nutrition
services, health education, and enhanced family welfare as
strategic efforts to reduce stunting at the community level.

References

Aguayo, V. M., & Menon, P. (2016). Stop stunting: Improving child feeding, women’s nutrition and household sanitation in South Asia. Maternal & Child Nutrition, 12(S1), 3–11. https://doi.org/10.1111/mcn.12283

Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(3), 223–231.

Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., et al. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.

Dewey, K. G., & Begum, K. (2015). Long-term consequences of stunting in early life. Maternal & Child Nutrition, 7(3), 5–18.

Habibah, U., Sari, M. I., & Damanik, M. R. M. (2020). Hubungan pola asuh ibu dengan kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan, 9(2), 112–119.

Juffrie, M. (2018). Stunting dan masa depan anak Indonesia. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 15(3), 97–104.

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Laporan Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI). Jakarta: Kemenkes RI.

Kumar, P., & Singh, R. (2021). Determinants of stunting among children in developing countries: A systematic review. International Journal of Nutrition Sciences, 6(1), 22–31.

Nadiyah, N., Dwiriani, C. M., & Riyadi, H. (2014). Faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting pada anak balita. Penelitian Gizi dan Makanan, 37(1), 1–10.

Prendergast, A. J., & Humphrey, J. H. (2014). The stunting syndrome in developing countries.

Paediatrics and International Child Health, 34(4), 250–265.

Rahmawati, F., & Hartono, R. (2022). Analisis faktor risiko stunting pada balita di wilayah pedesaan Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(2), 89–96.

Rahayu, S., & Hidayati, L. (2020). Hubungan pendapatan keluarga dan pendidikan ibu dengan status gizi balita. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 9(2), 54–63.

Satria, A., & Lubis, Z. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting di pedesaan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(1), 39–45.

Siana, Y., Amran, R., Nurhuda, M., Puspita, D., & Siti Rahmi, N. H. (2024). Faktor-Faktor Penyebab Kejadian Stunting di Desa Ulak Patian, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau Tahun 2021. Nusantara Hasana Journal, 4(2), 145–153. https://doi.org/10.59003/nhj.v4i2.1188

Hayati, A. W. (2020). Gizi seimbang anak: Cegah stunting. EGC.

Septariana, F., Faron, B. A., & Fathonah, S. (2024). Gizi dan tumbuh kembang anak di Indonesia. Sada Kurnia Pustaka.

Supariasa, I. D. N., Bakri, B., & Fajar, I. (2016). Penilaian status gizi. EGC. Almatsier, S. (2013). Prinsip dasar ilmu gizi. Gramedia Pustaka Utama.

Stephani, M. (2017). Analisis Level Aktivitas Fisik Berdasarkan Status Sosial Ekonomi. Tesis Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. (2020). Statistik Pendidikan Indonesia 2020. (Online). Diunduh dari http://statistikdikbud.kemdikbud.go.id/publikasi/StatistikPendidikan2020.pdf [tanggal akses 27 November 2025]

Rahmawati, L. (2019). Analisis Pemanfaatan Media Digital dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran. Dalam: APTEKINDO (Asosiasi Pendidik Teknologi Indonesia), Seminar Nasional

Published

2026-01-05 — Updated on 2026-01-15

Versions