Perkembangan Silek Moncak Pada Perguruan Gelanggang Lubuk Arau Di Desa Lubuk Aro Pasaman

Authors

  • Sarmila Universitas Rokania
  • Tofikin

Keywords:

Silek Mocak, Gelanggang Lubuk Arau

Abstract

Latar belakang masalah yakni belum terdapatnya data mengenai perguruan gelanggang Lubuk Arau Desa Lubuk Aro Pasaman. Jenis penelitian ini yakni penelitian deskriptif analisis dengan menggunakan data kualitatif. Jumlah populasi terdiri dari 5 orang, teknik penarikan sampel yang digunakan adalah total sampling, jadi seluruh jumlah populasi dijadikan sebagai sampel dengan jumlah sampel sebanyak 5 orang narasumber yakni, terdiri dari tetuah adat, ninik mamak, pelatih atau guru besar serta masyarakat setempat. Berdasarkan hasil wawancara, maka dapat kita simpulkan bahwa Perguruan ini dibentuk pada tahun 1965, dibentuk oleh Datuk Yahman dengan nama perguruan Silek Moncak, arti dari Silek Moncak adalah silat yang diadati dengan kombinasi silat adat dan ilmu bela diri. Setelah Datuk Yahman Meninggal, perguruan ini dilanjutkan oleh anaknya yang bernama Bukhori. Tujuan dibentuknya perguruan ini adalah untuk menjaga diri dikala mereka pergi merantau, karena mereka sudah dibekali ilmu bela diri. di samping itu juga untuk melestarikan budaya lokal, sehingga perguruan ini tetap lestari sampai pada anaknya bapak Bukhori yang bernama Yasnil Marta. Awal jumlah anggotanya 5 orang dan pada zaman bapak Bukhori, jumlah anggotanya menjadi 10 orang. Perguruan ini sempat terhenti sejenak dikala bapak Bukhori lagi sakit, akan tetapi setelah anaknya Yasnil Marta sudah tamat sekolah, beliaulah yang melanjutkan perguruan Silek moncak ini sehingga memiliki 30 orang anggota bukan itu saja di masa kepengurusan nya perguruan ini semakin di kenal masyarakat luas karena sering di undang berbagai acara baik itu pernikahan maupun menyambut tamu

References

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta.

Arisandi, Nur P., Lili Halimah, Heni Heryani, Yayuk Hidayah, and Ismi Sujastika. 2022. “Implementasi Pendidikan Karakter Pada Kesenian Pencak Silat.” Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) 1(5):921–38.

Bakti, Jurnal, Bagi Bangsa, Marwa Nabihah, and Acep Mulyadi. 2024. “Pengenalan Olahraga Pencak Silat Dalam Melestarikan Budaya Asli Bangsa Indonesia.” Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam 03:149–59.

Erwin Setyo Kriswanto. 2015. Pencak Silat. Yogyakarta: PT. Pustaka Baru.

Ihsan, Nurul. 2018. Pembelajaran Pencak Silat. Vol. 1.

Indra Tjahyadi, Sri Andayani dan Hosnol Wafa. 2020. Pengantar Teori Dan Metode Penelitian Budaya. Lamongan: Pagan Press.

Karman. 2015. “Konstruksi Realitas Sosial Sebagai Gerakan Pemikiran (Sebuah Telaah Teoretis Terhadap Konstruksi Realitas Peter L. Berger).” Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Komunikasi Dan Informatika 5(3):11–23.

Kumaidah, Endang. 2016. “Penguatan Ekstensi Bangsa Melalui Seni Bela Diri Tradisional Pencak Silat.” Revista Brasileira de Linguística Aplicada 5(1):1–9.

Moleong. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Muhammad Mizanudin, Andri Sugiyanto, dan Saryanto. 2018. “Pencak Silat Sebagai Hasil Budaya Indonesia Yang Mendunia.” SENASBASA (Seminar Nasional Bahasa Dan Sastra) (3):264–70.

Normina. 2017. “Pendidikan Dalam Kebudayaan.” Jurnal Ittihad 15(28):1025.

Prabowo, Andika, Septian Raibowo, Oddie Barnanda Rizky, and Andes Permadi. 2024. “Analisis Perkembangan Perguruan Tradisional Pencak Silat Sterlak Provinsi Bengkulu.” Jurnal Pendidikan Kesehatan Rekreasi 10(1):1–9. doi: 10.59672/jpkr.v10i1.2523.

Pujiono, Abrar Robing, M. Hafizd Anshori, Pandhu Prasta Ardhana, and Wahyu Nur Rohman. 2024. “Pencak Silat Sebagai Warisan Budaya Nusantara Dalam Bidang Pendidikan.” Prosiding Seminar Nasional Kesehatan, Sains Dan Pembelajaran 3(1):705–9.

Purwanto, Semiarto Aji, and Andi R. Saputra. 2020. “Perkembangan Pencak Silat Di Sumedang.” ETNOSIA?: Jurnal Etnografi Indonesia 5(1):15–32. doi: 10.31947/etnosia.v5i1.9641.

Qurtuby, Sumanto Al. 2019. TRADISI DAN KEBUDAYAAN NUSANTARA. Vol. 11. Semarang: Lembaga Studi Sosial dan Agama (eLSA) Press.

Saputra, Muh Chandra, and Abdul Rahman. 2023. “Pentingnya Nilai Dan Makna Budaya Silat (Manca) Sebagai Warisan Budaya Lokal Masyarakat Di Kabupaten Gowa.” Pinisi Journal of Art, Humanity & Social Studies 3(2):221–26.

Setiawan, Irvan. 2011. “Eksistensi Seni Pencak Silat Di Kabupaten Purwakarta (Kajian Tentang Strategi Adaptasi).” Patanjala?: Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya 3(3):402–23. doi: 10.30959/patanjala.v3i3.254.

Sugiono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung. Alfabeta. Bandung: Alfabeta.

Suhardinata, Suhardinata, and Sri Indrahti. 2021. “Kiprah IPSI Sebagai Organisasi Pencak Silat Terkemuka Di Indonesia, 1948-1997.” Historiografi 2(1):32–41.

Wahab, Syakhrani, Abdul Kamil, and Muhammad Luthfi. 2022. “Budaya Dan Kebudayaan: Tinjauan Dari Berbagai Pakar, Wujud-Wujud Kebudayaan, 7 Unsur Kebudayaan Yang Bersifat Universal.” Journal Form of Culture 5(1):1–10.

Published

2025-07-11