SOSIALISASI PENTINGNYA ENDURANCE DALAM KINERJA GURU OLAHRAGA DI KABUPATEN ROKAN HULU
Abstrak
Praktisi atau guru olahraga merupakan pelaksana utama dalam proses pembaharuan guruan untuk menjawab kebutuhan akan kualitas sumber daya manusia yang bisa berperan secara profesional dalam masyarakat. Oleh karena itu,pembaharuan proses pendidikan tersebut membutuhkan kinerja guru yang tinggi. Kinerja guru di sekolah diwujudkan melalui kemampuan mendidik, mengajar, dan melatih para peserta didik dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik, apabila didukung oleh guru yang mempunyai kompetensi dan kinerja yang tinggi, karena guru merupakan ujung tombak dan pelaksana terdepan dala memajukan dunia olahraga prestasi diklub-klub olahraga. Dengan demikian, proses guruan yang dikelola dengan kinerja guru yang bermutu akan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Menjelaskan dan melatih mengenai makna endurance memberikan informasi mengenai pentingnya pentingnya menjaga endurance untuk meningkatkan kinerja guru. Para guru dibekali ilmu pengetahuan tentang endurance atau daya tahan serta cara evaluasi tes pengukuran dalam Endurance. Tes Pengukuran dengan menggunakan BLIP TES. Blipth Test berfungsi sebagai instrumen tes dalam mengukur Endurance atau daya tahan tubuh seorang atlet.
Daya Tahan Kardiovaskuler adalah kemampuan seseorang dalam mempergunakan system jantung, paru-paru dan peredaran darahnya secara efektif dan efisien untuk menjalankan kerja secara terus menerus yang melibatkan kontraksi otot dengan intensitas tinggi dalam waktu yang cukup lama.
Referensi
Agus, S., & Suryobroto. (2001). Teknologi Pembelajaran Pendidikan Jasmani. FIK UNY, Yogyakarta.
Ambarukmi, D. H., dkk. (2010). Masase Olahraga. KEMENPORA RI, Jakarta.
Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. PT Rineka Cipta, Jakarta.
Arikunto. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. PT Rineka Cipta, Jakarta.
Atmojo, M. (2007). Tes dan Pengukuran dalam Pendidikan. Yudistira, Jakarta.
Bungin, B. (2005). Metodologi Penelitian Kuantitatif. PT Fajar Interpratama, Jakarta.
Graha, S. A., & Priyonoadi, B. (2008). Terapi Masase Frirage: Penatalaksanaan Cedera pada Anggota Gerak Tubuh Bagian Atas. Yogyakarta : FIK UNY.
Giriwijoyo. (2007). Ilmu Faal Olahraga: Fungsi Tubuh Manusia pada Olahraga (Edisi ke-4).
FPOK UPI, Bandung.
Helmi Zafar, R. (2013). Ilmu Kesehatan Olahraga. PT Remaja Rosdakarya, Bandung. 8.Hermawan, R. (2017). Ilmu Faal Dasar (Fisiologi). Universitas Lampung, Bandar Lampung.
Harsono. (1988). Coaching dan Aspek-Aspek Psikologi dalam Coaching. Jakarta: CV Kesuma
Harsono. 2001. Coaching dan Aspek-aspek Psikologi dalam Coaching. Jakarta : CV Kesuma.
Hidayat, I. (1999). Biomekanika. FPOK IKIP, Bandung.
Irawadi, H. (2011). Kondisi Fisik dan Pengukuran. Padang : UNP
Koes, I. (2012). Anatomi dan Fisiologi. Bandung : Alfabeta
Kurniawan, F. (2011). Buku Pintar Olahraga (Cetakan I). Bandung : Laskar Aksara Lutan, R. (2002). Menuju Sehat dan Bugar. Jakarta : Depdiknas.
Mukholid, A. (2007). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Bandung : Graha Indonesia Printing.
Nenggala, A. K. (2007). Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Bandung : Grafindo Media Pratama.
Ningrum, D. A. (2012). Perbandingan Metode Hydrotherapy Massage dan Massage Manual terhadap Pemulihan Kelelahan Pasca Olahraga Anaerobic Lactacid. Bandung : Repositori UPI.
Nurhasan. (2000). Tes dan Pengukuran Pendidikan Olahraga. Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Priyonoadi, B. (2008). Sport Massage. FIK UNY, Yogyakarta.
