PELATIHAN PENANGANAN CIDERA OLAHRAGA MAHASISWA PORKES UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN
Kata Kunci:
Penanganan cidera olahragaAbstrak
Perkembangan olahraga di Indonesia dari masa ke masa secara umum telah mengalami kemajuan yang luar biasa. Hal ini didukung antara lain dengan adanya perkembangan ilmu dan teknologi, khususnya dibidang olahraga yang semakin canggih. Banyak cara diupayakan agar prestasi atlet dari setiap cabang olahraga dapat dicapai secara maksimal, antara lain dengan latihan yang ketat secara teratur, terukur dan terprogram, disertai dengan pemenuhan gizi. Pemeriksaan kesehatan secara berkala oleh dokter sangatlah diperlukan. Demikian pula adanya masseur yang memiliki kemampuan sport massage secara professional juga sangat menunjang.
Jasa seorang masseur sangat diperlukan pada setiap pertandingan dan perlombaan olahraga. Jika terjadi atlet mengalami cidera karena kesalahan otot maupun persendian, masseur sangat diperlukan. Jika terjadi kelelahan otot maupun kelelahan fisik, masseur juga sangat diperlukan.
Kabupaten Rokan Hulu, saat ini masih jarang meliliki masseur yang betul- betul professional, yang memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang sport massage yang mumpuni. Hal itu kemungkinan merupakan salah satu penyebab mengapa Rokan Hulu sampai saat ini setiap kali ada ajang pertandingan plahraga seperti POPDA belum pernah mendapat juara umum, bahkan kalah dengan kabupaten yang lan.
Referensi
Jennifer M. Lee. (1990). Fisioterapi. Alih bahasa oleh Hartono Satmoko. Jakarta: Binarupa Aksara.
J.H. Tarumetor Tairas. (2000). Refleksologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Sadoso Sumosardjuno. (1986). Manual Kesehatan Olahraga. Jakarta: Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Michael J. Alter. (1996). 300 Teknik Peregangan Olahraga. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
(1881). Sport Masase. Jakarta: Depdikbud Ditjen PLSPO
Palmizal, A. (2011). Pengaruh metode latihan global terhadap akurasi ground stroke forehand dalam permainan tenis. Jurnal Media Ilmu Keolahragaan Indonesia, Volume 1. Edisi 2. Desember. (PP.112-117).
Patoni. (2010). Kemampuan pukulan backhand dalam permainan tenis meja siswa kelas V SD Negeri Keceme I Sleman. Skripsi, sarjana tidak diterbitkan. Yogyakarta: FIK UNY.
Simpson, P. (2007). Teknik bermain ping-pong. Bandung: Pionir Jaya Bandung.
Sridadi, dkk. (2004). Kemampuan Bermain Tenis Meja Tingkat Pemula.Yogyakarta: UNY.
Sugiyono. (2009). Statistika untuk Penelitian, dan Sampling Purposive Bandung:CV Alfabeta.
________. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Suhamo HP. (1983). Ilmu Coaching Umum. Yogyakarta: FPOK IKIP Yogyakarta.
Suharno H.P. (1980). “Metodik Melatih Permainan Bola Volly”. Yogyakarta. IKIP Yogyakarta.
Sukadiyanto. (2011). Pengantar teori dan metodologi melatih fisik. Bandung: CV Lubuk Agung.
Suryobroto, S. (2009). Psikologi pendidikan. Bandung: PT. Raja Grafindo Persada.
Sutarmin. (2007). Terampil berolahraga tenis meja. Surakarta: Era Intermedia.
Tomoliyus. (2012). Paduan kepelatihan tenis meja bagi sekolah dasar. Yogyakarta: FIK UNY.
Usman, M.U. (1993). Upaya optimalisasi kegiatan belajar mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Utama, AM.B, Sunardianta, & Nopembri, S. (2004). Kemampuan bermain tenis meja studi korelasi antara kelincahan dan kemampuan pukulan dengan kemampuan bermain tenis meja. Laporan Penelitian. Yogyakarta: FIK Universitas Negeri Yogyakarta.
