Kesantunan Maksim Dalam Novel Si Anak Cahaya Karya Tere Liye

Penulis

  • Ulfa Khoiriah STKIP Rokania
  • Asih Ria Ningsih STKIP Rokania
  • Misra Nofrita STKIP Rokania

DOI:

https://doi.org/10.56313/jlr.v1i1.125

Kata Kunci:

Maxim of polite, speech, linguists, literary works

Abstrak

Kesantunan berbahasa yang dikaji dalam penelitian ini adalah tuturan dalam novel Si Anak Cahaya Karya Tere Liye. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari dialog-dialog antar tokoh yang ada dalam novel tersebut. Data yang didapat dalam penelitian ini berjumlah 50 data. Maksim yang dikaji dalam penelitian ini ada enam yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim kecocokan, dan maksim simpati. Data yang ada dalam maksim kebijaksanaan terdapat 3 data, maksim kedermawanan ada 2 data, maksim penghargaan diperoleh 5 data, maksim kesederhanaan terkandung 2 data, maksim kecocokan termuat 33 data, dan maksim kesimpatian tersua 5 data.  Contoh pembahasan dari maksim kebijaksanaan adalah “Biar Nung saja yang ke kota, Mak. Menemui dokter dan meminta obat untuk bapak,” aku mengusulkan. Tuturan tersebut mengandung maksim kebijaksanaan, hal itu dibuktikan dari tuturan “Biar Nung saja yang ke kota, Mak”, dalam tuturan tersebut si Nung menawarkan dirinya pergi ke kota menemui dokter untuk meminta obat buat bapaknya.

Diterbitkan

2022-06-10

Cara Mengutip

Khoiriah, U., Ningsih, A. R., & Nofrita, M. (2022). Kesantunan Maksim Dalam Novel Si Anak Cahaya Karya Tere Liye. JOURNAL OF LITERATURE ROKANIA, 1(1), 55 - 66. https://doi.org/10.56313/jlr.v1i1.125